Skip to main content

Posts

Showing posts with the label MMM

6 Macam Penipuan atau SCAM Melalui Internet

6 Macam Penipuan atau SCAM Melalui Internet -- Bagi para pelaku bisnis online tentu sudah tidak asing lagi dengan kata SCAM atau penipuan melalui internet. Inti dari penipuan ini adalah menyerang salah satu sisi psikologis manusia, yaitu “ingin sesuatu yang lebih” baik itu lebih banyak, lebih murah, lebih gampang, lebih baik, lebih hebat, dan masih banyak lagi sehingga para scammer selalu mengiming-imingi sesuatu yang lebih. Ada beberapa macam SCAM di dunia internet yang harus anda pelajari sehingga anda tidak akan menjadi korban. Tujuan dari SCAM ini pun bervariasi, mulai dari urusan duit hingga yang paling kejam yaitu tujuan “Fitnah”. Kali ini saya akan membahas 7 macam SCAM atau penipuan yang paling sering dilakukan di internet, dan mungkin anda juga pernah menjadi ataupun hampir menjadi korban mereka. Korban bukanlah orang yang bodoh, melainkan orang normal yang menginginkan lebih. 1. Phising Phising adalah tindakan mencuri data diri / biodata anda, mulai dari nama lengkap, tanggal...

Investasi Online Beri Keuntungan 30%, Awas MMM Ilegal!

Investasi via online kini makin banyak rupa dan cara. di Situs online kini berkembang situs mengatasnamakan Manusia Membantu Manusia (MMM). Situs berkedok komunitas Manusia Membantu Manusia (MMM) dengan permaina uang MMM belakangan kian marak. Dalam situs ini anggota atau member saling mengirim uang dengan janji bisa kentungan hingga 30% per bulan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut MMM ilegal! Skema perputaran uang yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak ini tidak berizin. Apalagi MMM bukan sebuah badan usaha ataupun organisasi, tapi hanya sebuah situs yang berkedok komunitas di mana para anggotanya saling mengirim uang dengan janji keuntungan hingga 30% per bulan. OJK yang selama ini menjadi pengawas industri keuangan ataupun kegiatan yang melibatkan pengumpulan dan perputaran uang, sudah menyatakan MMM ilegal karena tidak berizin. Apalagi, risiko pemain sangat tinggi karena uangnya bisa hilang ditelan bumi tanpa ada jaminan sama sekali. Kendati demikian, OJK tidak bisa men...

Iklan MMM Dinilai Penipuan Massal, Kemenkominfo Diminta Turun Tangan

Mavrodi Mondial Moneybox atau di Indonesia dipoles menjadi Manusia Membantu Manusia (MMM) kini semakin masif dan terang-terangan mempromosikan sistem mereka dengan beriklan di media elektronik maupun cetak. Namun, menurut perencana keuangan Aidil Akbar, iklan MMM tersebut dinilai sebagai penipuan secara massal kepada masyarakat. Pasalnya, sistem yang dipakai MMM adalah sistem money game yang dilarang di Indonesia. "Iya, semua harus bergerak. Ini kan (iklan MMM) penipuan secara massal. Dan mereka menipunya itu seakan-akan mensedekahkan uanglah gitu. Jadi mereka menggunakan metodologi, 'Ini loh cara membantu orang, nantinya akan dibantu lagi sama orang'. Itulah cara mereka," ujar Aidil kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (2/4/2015). Lebih lanjut, kata dia, untuk mengontrol iklan tersebut, dia meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Komisi Penyiaran Indonesia, atau Dewan Pers harus segera turun tangan. Pasalnya, iklan tersebut akan menjadi konsumsi m...

Video Iklan MMM yang Beredar di TV dan Youtube

Mavrodi Mondial Moneybox (MMM) atau dikenal dengan Manusia Membantu Manusia kian agresif beriklan di media massa cetak maupun elektronik. Tak tanggung-tanggung, MMM siap menganggarkan miliaran rupiah untuk biaya iklan. Firdaus Bawazier selaku perintis MMM mengakui, biaya iklan yang dikeluarkan pada media cetak harian Jawa Pos pada akhir Februari silam bernilai Rp 500 juta untuk sekali terbit. Tarif tersebut tentu berbeda dengan iklan yang disajikan pada stasiun televisi. Akhir-akhir ini, iklan MMM ramai berseliweran di televisi swasta. Iklan MMM ini nantinya akan terdiri dari beberapa seri. Berikut adalah cuplikan iklan MMM Indonesia yang di-upload di YouTube oleh akun "video lucuw" dengan judul "Iklan MMM Indonesia pertama tayang Global TV 16 Maret 2015."

Ini Komentar Kapolri Sutarman soal MMM

Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih produk investasi. Namun, polisi juga akan mengawal kegiatan tersebut agar rakyat tidak menjadi korban. Seusai penandatanganan nota kerjasama antara Bank Indonesia (BI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Jakarta, Senin (1/9/2014), Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Sutarman memastikan bahwa pihaknya akan menindak semua pelanggar hukum termasuk yang berhubungan dengan investasi. Dalam hal ini, sebut dia, pihaknya bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kalau memang ada investasi apapun yang menyimpang, ya kita lakukan langkah-langkah penegakan hukum. Sehingga rakyat tidak jadi korban," ujar Sutarman saat ditanya mengenai inevstasi MMM (Manusia Membantu Manusia) di Indonesia. Lebih lanjut, Sutarman juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menawarkan bunga atau keuntungan besar dalam waktu singkat. "Selama ini dia bisa menginvestasikan uangnya d...

MMM Aktif Lagi, OJK Minta Masyarakat Lebih Waspada

Skema arisan berantai ala Manusia Membantu Manusia (MMM) kembali menebar jala. Tak tanggung-tanggung, skema yang sempat mandek pada akhir tahun lalu, kini malah berpromosi di media massa nasional. Tercatat 28 Februari lalu, MMM menawarkan skema ini di harian Jawa Pos. Dalam iklan tersebut, MMM mengiming-imingi imbal hasil 30 persen sebulan bagi anggota yang bergabung. Bahkan, di salah satu stasiun televisi nasional, MMM membuat iklan berseri. Tak hanya itu, awal Maret 2015, MMM gencar mengajak masyarakat bergabung dengan mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp. Petinggi MMM di Indonesia, Firdaus Bawazier, mengakui agresif berpromosi untuk membangkitkan kembali MMM yang sempat vakum. Sekadar mengingatkan, Agustus 2014, banyak dana anggota MMM tersangkut. Saat itu, petinggi MMM mengklaim terpaksa me-restart sistem karena jumlah penerima bantuan/dana alias get help (GH) sangat banyak, tidak sebanding dengan jumlah pemberi dana alias provide help (PH). Untuk bergabung ke MMM, masyar...

MMM Alokasikan Miliaran Rupiah untuk Beriklan

Mavrodi Mondial Moneybox (MMM) atau dikenal dengan Manusia Membantu Manusia kian agresif beriklan di media massa cetak maupun elektronik. Tak tanggung-tanggung, MMM siap menganggarkan miliaran rupiah untuk biaya iklan. Firdaus Bawazier selaku perintis MMM mengakui, biaya iklan yang dikeluarkan pada media cetak harian Jawa Pos pada akhir Februari silam bernilai Rp 500 juta untuk sekali terbit. Tarif tersebut tentu berbeda dengan iklan yang disajikan pada stasiun televisi. Akhir-akhir ini, iklan MMM ramai berseliweran di televisi swasta. Iklan MMM ini nantinya akan terdiri dari beberapa seri. "Kami sudah bayar iklan di TV sampai bulan April. Anggarannya hitung saja sendiri untuk iklan selama tiga puluh detik," ujar Firdaus kepada KONTAN saat ditemui di studio Kompas TV, Kamis (26/3/2015) malam. Ketika ditanya dari mana anggaran iklan tersebut, Firdaus yang merupakan manajer 1 juta ini mengatakan bahwa biaya beriklan diperoleh dari nasabah yang mentransfer uang dengan memberika...

YLKI Minta Iklan MMM Ditertibkan

Mavrodi Mondial Moneybox ( MMM ) atau dikenal dengan Manusia Membantu Manusia kembali bangkit dan bahkan kian agresif beriklan di media massa cetak maupun elektronik. Tak tanggung-tanggung, MMM siap menganggarkan miliaran rupiah untuk biaya iklan. Menanggapi hal itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) langsung meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan pihak terkait untuk menertibkan iklan MMM tersebut. "Ya OJK harus kerja sama dengan pihak terkait untuk menertibkannya (iklan)," ujar Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (2/4/2015). Lebih lanjut kata Tulus, iklan tersebut bisa berbuntut pada penipuan karena MMM tak memiliki izin usaha dari OJK dan itu artinya illegal. Bahkan, menurut dia, MMM juga bisa dipidanakan karena hal tersebut. Oleh karena itu, Tulus meminta OJK untuk menggandeng Komisi Pengajaran Indonesia (KPI), Dewan Pers, bahkan kepolisian untuk menertibkan iklan tersebut. Sampai saat ini kata Tulus, YLKI sud...

Keberadaan Iklan MMM Memprihatinkan

Mavrodi Mondial Moneybox atau di Indonesia dipoles menjadi Manusia Membantu Manusia (MMM) kini semakin masif dan terang-terangan mempromosikan sistem mereka dengan beriklan di media elektronik maupun cetak. Namun, menurut perencana keuangan Aidil Akbar, iklan MMM tersebut dinilai sebagai penipuan secara massal kepada masyarakat. Pasalnya, sistem yang dipakai MMM adalah sistem money game yang dilarang di Indonesia. "Jadi mereka menggunakan metodologi, 'Ini loh cara membantu orang, nantinya akan dibantu lagi sama orang'. Itulah cara mereka," ujar Aidil kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (2/4/2015). Lebih lanjut, kata dia, untuk mengontrol iklan tersebut, dia meminta pihak terkait segera turun tangan. Pasalnya, iklan tersebut akan menjadi konsumsi masyarakat banyak. Terkait dana iklan tersebut, Aidil menilai wajar apabila MMM mampu membayar iklan yang biayanya mahal di media. Pasalnya, mereka bisa memanfaatkan para anggotanya untuk menyumbangkan dana untuk keperluan ikla...

Hati-hati, MMM Dikemas Seolah-olah Lembaga Sosial

Arisan berantai Mavrodi Mondial Moneybox atau di Indonesia dipoles menjadi Manusia Membantu Manusia (MMM) kembali bangkit setelah sistemnya kolaps pada September 2014. Bahkan, MMM kini semakin masif dan terang-terangan mempromosikan sistem mereka dengan beriklan dimedia elektronik maupun cetak. Menurut perencana keuangan Aidil Akbar, sebenarnya pendiri MMM yaitu Sergey Mavrodi sudah mengakui bahwa sistem yang dia bangun adalah money game. Namun, di Indonesia, MMM dikemas seakan-akan lembaga sosial sehingga banyak masyarakat yang menilai sistem tersebut justru positif. "Kalau yang bikin saja bilang ini money game, kok banyak masyarakat yang masih ikut, ini kan lucu. Di Indonesia ini kan diplesetin jadi manusia membantu manusia, kesannya kan kaya komunitas amil zakat untuk kegiatan sosial," ujar Aidil saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/4/2015). Padahal, kata dia, MMM hanya memanfaatkan para anggota-anggota baru untuk menutupi dana anggota yang lebih dulu masuk dalam sistem MMM...

"Jangan Cuma Situs Radikal, Kemenkominfo Harusnya Blokir Juga Website MMM"

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) diminta turun tangan menutup akses Arisan berantai Mavrodi Mondial Moneybox atau di Indonesia dipoles menjadi Manusia Membantu Manusia (MMM) karena dinilai meresahkan masyarakat. Bahkan, Kemenkominfo diminta memblokir website MMM seperti dilakukan pada situs radikal belum lama ini. "Kominfo turun blokir website-nya (MMM), jangan cuma blokir website kemarin doang (website radikal) karena kan web MMM juga meresahkan masyarakat," ujar perencana keuangan Aidil Akbar kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (2/4/2015). Menurut dia, website MMM bisa dikenakan Undang-undang ITE karena dinilai meresahkan dan menyesatkan. Apalagi, segala aktivitas pembuatan akun anggota MMM kata dia juga harus melalui website. Ketegasan sikap terhadap MMM sudah dilakukan oleh pemerintah India. Bahkan menurut Aidil, pemerintah India dengan tegas menyatakan bahwa MMM itu ilegal. Dihubungi secara terpisah, perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie justru menyor...