Skip to main content

Kisah Sukses Galeri Memang Beda (GMB) Sukses Berbisnis Kata Kata

Kisah Sukses Galeri Memang Beda (GMB) Sukses Berbisnis Kata Kata - Tokoh sastra Indonesia, Pramoedya Ananta Toer pernah berkata bahwa ia percaya kata lebih kuat daripada kekuatan sebuah peluru. Nampaknya, perkataan ini disadari oleh Yudi Aduy, seorang pria dari Bandung. Bersama komunitas Studio Krika, ia menelurkan sebuah bisnis dengan modal kata-kata indah. Bisnis tersebut bernama, Galeri Memang Beda (GMB). Produk-produk yang ia hasilkan adalah sebuah kata-kata motivasi/mutiara yang dibalut dengan desain apik, kemudian dituangkan di beragam medium, seperti kayu, kanvas, maupun bantal.

Aduy sebagai salah satu pendiri mengatakan awalnya produk-produk tersebut hanya mejeng di studio tempat ia bersama teman-temanya berkreasi. Namun, suatu hari ia kedatangan seorang tamu yang menyarankan Studio Krika untuk menjadikan produk-produk tersebut sebagai peluang bisnis. "Awalnya ini gak kami jual, awalnya untuk di kantor kami message ke orang-orang di studio untuk motivasi. Sebetulnya kesana, terus ada tamu datang bilang kenapa gak diproduksi," cerita Aduy kepada Kompas.com dalam pameran Inacraft di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Menurut pantauan Kompas.com, kata-kata yang dipamerkan di Inacraft 2015 memang menarik perhatian pengunjung yang datang. Dari semua gerai yang ada, GMB menawarkan produk-produk karya tangan yang berbeda. Bisa dikatakan, bahkan, tidak ada pesaingnya.

Beberapa tulisan yang mejeng di gerai GMB, seperti berikut : "Change is Difficult, Not Changing is Fatal", "Do All Things With Love", "An Idea Cannot Be Destroyed", hingga kalimat terkenal dari Walt Disney yaitu "If You Can Dream It You Can Do It".

Bisnis ini bermula empat tahun yang lalu, cerita Aduy. Sejak saat "disentil" oleh tamu untuk memasarkan karyanya, kata dia, GMB mulai bergerak memasarkan jasa desain dan percetakan di berbagai medium. "Akhirnya terjun ke galeri memang beda, baru empat tahun lalulah. Kami mulai dengan beberapa proyek dengan buat mural di kafe, kemudian painting di kanvas dan bantal, atau di kertas," jelas Aduy.

Kemudian, Aduy mengatakan sejak dua tahun lalu, Galeri Memang Beda mulai memasarkan karya seninya di medium kayu atau disebut wooden painting. "Semua dasarnya tangan dulu, desain grafis mix dengan tangan. Kata-kata mutiaranya kami ambil dari beberapa sumber, untuk sekarang temanya tentang dream," jelas Aduy.

Galeri Memang Beda menawarkan produknya dalam berbagai medium, mulai dari kayu MDF (serbuk kayu yang dipadatkan), kayu pinus, chalk board (papan kapur), kayu sungkai, kayu solid (kamper), kanvas, maupun akrilik. Dalam sehari, kata dia, GMB bisa menjual hingga 250 item dengan kisaran harga dari Rp 50.000-Rp 200.000. "Setiap hari kami bikin yang beda. Ngeluarin quotes yang beda. Tim kami yang mengerjakan ini khusus ada 18 orang termasuk di dalamnya 6 seniman. Untuk omzet dalam satu acara seperti ini (Inacraft tahun lalu) bisa dapat Rp 100 juta," kata Aduy.

Menurut Aduy, GMB mempunyai kelebihan tersendiri untuk bisa menggaet pelanggan berdatangan. Kelebihan tersebut, kata dia, adalah desain atau kata-kata yang terus menerus diperbaharui tiap harinya, sehingga pelanggan tak akan bosan. "Tiap hari kita bikin desain. Jadi kita punya budaya menabung desain, orang harus menabung. Kemudian material kita tidak umum, berkelas punya. Misalkan produk Totebag, orang pilih material, kedua ada quotes-nya yang bisa memotivasi dia," kata Aduy.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Sukses Sotoji - Soto Jamur Instan

SIAPA yang tak tahu Soto! Makanan Indonesia yang banyak dijual di restoran, kedai, cafe, hingga di warung kaki lima. Rasanya yang menggiurkan dan enak disantap dikala hujan. Bisa Anda bayangkan, bila soto dijual dalam kemasan seperti mi instan yang sudah familiar di masyarakat. Adalah Rohmat Sastro Sugito yang menjadi ahli dalam membuat dan meracik soto instan. Berbekal keinginan menyajikan makanan siap saji, namun tetap kaya gizi, terpikirlah membuat penganan tersebut. “Awalnya banyak petani jamur. Nah, kalau sedang panen harganya kan jadi murah. Kalau diolah harganya jadi stabil,” katanya saat berbincang dengan Okezone beberapa waktu lalu. Dari awalnya iseng coba-coba membuat menu dari berbagai macam jenis jamur yang ada, saat ini dia mengaku sudah mematenkan makanan yang dibuatnya yaitu “Sotoji” atau Soto Jamur Instan. Menurutnya, rasa jamur tiram-lah yang mampu diterima pasar dan enak untuk dijadikan olehan Sotoji-nya. “Sebelumnya sempat dicoba segala jenis jamur, ada tiram, kancin...

Kisah Sukses Dewi : Mahasiswa Malang Bisnis Kerajinan Pigura

Berwirusahalah dengan gigih, penuh ketekunan, tidak gampang menyerah, dan selalu menyikapi segala keadaan dan kebutuhan dengan kreatif, dan memiliki mimpi sukses. Dewi Tanjung Sari (33) adalah tipe orang yang gigih memperjuangkan cita-citanya sebagai pewirausaha sukses. Ia telah memulai usaha sejak awal kuliah di Program Diploma III, Universitas Brawijaya Malang, kemudian mengembangkan usahanya dengan berbagai kendala dan hambatan, melanjutkan kuliah lagi di jurusan yang sama di IKIP Budi Utomo- Malang, Jawa Timur. Sebagai anak yatim sejak kecil, anak semata wayang ini telah terlatih hidup mandiri sejak masa kanak-kanak. Ibunya yang saat itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga, menguatkan keinginannya agar kelak mampu menjadi anak yang dapat mensejahterakan ibunya. Semua berawal dari keinginannya untuk mencari uang, membantu ibunya yang saat itu mulai membuka warung, dan berjualan kecil-kecilan untuk biaya hidup dan kuliahnya. Sejak masuk kuliah di Program Diploma Univeristas Brawij...

Kisah Sukses Sumarsono Bubur Kertas

Krisis ekonomi tahun 1997 meninggalkan pengalaman pahit bagi Sumarsono. Pemilik usaha pembuatan panel atau ornamen dinding berbahan kertas penghias ruangan berbendera Laxvin Art ini menjadi salah satu korban krisis ekonomi itu. Ia menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di salah satu perusahaan periklanan di Jakarta. Lebih dua tahun Sumarsono bertahan hidup berbekal uang pesangon. Pada tahun 2000, ia memutuskan bekerja serabutan dengan cara menjual benda-benda seni seperti patung dan lukisan. Keahlian dalam bidang seni ia peroleh dari keluarganya yang kebanyakan seniman. “Kebetulan saya besar dari keluarga seniman pematung,” ujar pria kelahiran Banyumas tahun 1970 silam itu. Sembari memperjualbelikan benda seni itulah, Sumarsono bereksperimen mengolah koran bekas menjadi bubur kertas. “Saya yakin, koran bekas itu bisa diolah menjadi kerajinan yang bernilai tinggi,” kata Sumarsono. Namun, upaya Sumarsono pertama kali membuat bubur kertas dari koran bekas itu berujung sia-sia lanta...

Kisah Sukses Ery Jualan Pisang Goreng Ta B’nana

Kisah Sukses Ery Jualan Pisang Goreng Ta B’nana - Salah satu makanan tradisional yang cukup popular di Indonesia adalah pisang goreng. Menu yang akrab bersanding dengan minuman hangat seperti kopi atau teh ini, cukup mudah ditemui di mana saja. Selain karena cara pembuatannya yang tidak begitu sulit, pisang goreng adalah salah satu jenis jajanan yang dijual hampir diseluruh pelosok nusantara. Namun tak bisa dipungkiri juga, pisang goreng bukanlah termasuk jenis makanan yang mewah dan memiliki nilai jual yang tinggi. Hal itulah yang coba diubah oleh Ery Ashonk dengan pisang goreng Ta B’nana, kreasinya. Dengan inovasi produk dan kemasan, Ery mencoba menaikan kelas pisang goreng menjadi jajanan yang cukup modern yang kaya akan rasa. Dengan kreativitasnya Ery mendesain pisang gorengnya dengan aneka bentuk, seperti dipotong melintang, memanjang, dan sebagainya. Dari sinilah lahir pisang goreng berbentuk chip, stick, dan sebagainya. Ery juga menawarkan produknya dalam bentuk kemasan seperti ...

Kisah Sukses Sasang Priyo Sanyoto dengan Bisnis Kreasi Ampas Kopi

Berbeda dari kedai kopi lainnya, Refresho coffee shop tidak hanya menyajikan aneka macam menu minuman kopi bagi para konsumennya, namun juga melengkapi interior bangunannya dengan beragam jenis perabot rumah tangga yang terbuat dari limbah atau ampas kopi. Dirintis pada bulan April 2010 silam, awalnya Sasang Priyo Sanyoto (sang owner) menekuni bisnis kerajinan yang semuanya diproduksi dari limbah atau ampas kopi. Namun seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen, sekarang ini Sasang tidak hanya memproduksi aneka macam kerajinan dari limbah kopi saja. Tetapi Ia juga mulai membuka bisnis kedai kopi dengan beragam menu andalan yang banyak digemari para pelanggan. Mengambil ide bisnis dari tradisi “nyenthe” kebiasaan masyarakat Jawa Timur yang sering mengoleskan endapan kopi pada sebatang rokok untuk mendapatkan sensasi rasa baru. Sasang mencoba melakukan sedikit inovasi, dengan mengaplikasikan tradisi nyenthe pada barang perabot rumah tangga yang ada di sekitarnya. Sebut saja seperti ...

Kisah Sukses Diah Meidianti Berbisnis Sayur Organik

Diah Meidianti, Sang Produsen Sayuran Organik Pakaian seragam harian baru saja ditanggalkan Diah Meidianti. Setelah berganti kostum: kaos dan celana hitam, perempuan yang sehari-hari dipanggil Mei melesat ke Taman Galaksi, di pinggiran timur Jakarta. Di kompleks perumahan itu ia mengangkut beragam sayuran. Sayuran Diah Meidianti memang mengelola sebuah kebun kecil, seluas 3.500 meter persegi saja, untuk menanam sayuran semusim. Lokasi lahan terjepit oleh tembok-tembok perumahan di pemukiman elite Taman Galaksi. Lahan itu asalnya sebidang tanah kosong yang belum dibangun oleh pengembang perumahan setempat. Mei, alumnus Institut Pertanian Bogor, menyewa tanah kosong tersebut dengan harga Rp 1,5 juta per tahun sejak 2006. Di sanalah ia secara tekun membudidayakan 10 jenis sayuran secara bergilir sesuai musimnya. Ketika dikunjungi, Mei tengah menanam kangkung, selada, bayam merah, kacang panjang, dan terung. “Saya sengaja memilih sayuran berumur pendek, agar cepat panen,” kata Mei yang per...

Guest House Murah Di Bontang | mbakdesi.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fringilla velit. Vestibulum tempor ex eget cursus luctus. Phasellus ex lacus, ultricies a nibh eget, accumsan hendrerit justo. Phasellus metus libero, maximus a eros sit amet, convallis hendrerit felis.     Quisque aliquam, odio tincidunt hendrerit mattis, libero ipsum placerat dolor, vitae pulvinar tortor nisi vehicula tellus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Curabitur mauris dui, auctor eu sem nec, interdum aliquam nisi. Etiam mattis lectus eget volutpat sodales.   Details : Rumah Type 70 2 lantai Garasi Mobil - Halaman Luas 300 m2 3 Kamar Tidur - 2 Kamar Full AC 3 Kamar Mandi Water Treatment Terbaik Di Kota Bontang Yang Di Kelola Oleh PT KIE Listrik 2200 Watt Jaringan TV Kabel dengan Puluhan Channel FAvorit     Lokasi 3 Menit dari Kawasan industr...

Penginapan Murah Di Bontang

Temputu Homestay - Solusi Penginapan Murah Di Kota Bontang - Lokasi kost dan kontrakan rumah tersebar di beberapa spot, seperti Perumahan BTN Tahap I, Perumahan HOP, Perumahan BSD ,Temputu dan spot-spot lain. Biaya Kost dan Kontrak Rumah Per Tahun biasanya berkisar antara Rp. 750 ribu - Rp. 3,5 juta per bulannya dan biasanya tidak ada batas minimal kontrak.Tergantung Fasilitas dan Daerah yang di tempati. Biasanya Di daerah yang di sebutkan di atas adalah HArga tertinggi untuk Rumah Di Sewakan Di Bontang, karena memiliki tempat dan akses jalan yaang tertata rapi dan Fasilitas Air Terbaik yang ada di Kota Bontang. Fasilitas air yang langsung di kelola oleh Pihak perusahaan seperti PT badak NGL dan PT pupu kaltim. Di Sewakan Rumah Type 70 : Rp.35 Juta Per Tahun Di Perumahan Temputu Di Sewakan atau Di Kontrakan Per Tahun Di Perumahan GreenLand Temputu Bontang Utara Details : Rumah Type 70 2 lantai Garasi Mobil - Halaman Luas 300 m2 3 Kamar Tidur - ...

Kisah Sukses Benny Irawan Beternak Ayam : PT Sempulur Unggas Raya

Banyak remaja putus sekolah yang lantas merasa cita-citanya tidak akan dapat terwujud. Tidak lagi memiliki semangat juang untuk meraih prestasi dalam hidupnya. Tidak demikian halnya dengan Benny Irawan, pengusaha ternak ayam petelur dan trading pakan ternak ayam kelahiran Kartasura, Jawa Tengah. Situasi politik yang kurang kondusif pada tahun 1966 menyebabkan sekolahnya ditutup dan Benny yang saat itu baru berusia 15 tahun pun kesulitan melanjutkan ke sekolah negeri maupun sekolah lainnya. Tak ingin menganggur, Benny pun membantu orang tuanya berdagang di toko roti “Liem” tak jauh dari Pasar Kartasura. Kala itu, orang tua Benny juga beternak babi. Dari situlah Benny berkenalan dengan supplier pakan ternak ayam dari Thailand, PT Charoen Pokphand Indonesia pada tahun 1970. Mengikuti intuisi bisnisnya, Bapak dua orang putri ini akhirnya memberanikan diri menjadi supplier pakan ternak ayam pada tahun 1973 lalu pada 1985 Benny membulatkan tekadnya untuk menjadi pengusaha pakan ternak ayam....

Kisah Sukses Nyoman Berbisnis Singkong

Saat ini, singkong, seperti juga produk agro lainnya; sawit, karet dan tebu, sedang booming dan mendatangkan rejeki berlimpah ke petani dan agen. Naiknya harga minyak membuat produk substitusi di cari banyak kalangan, singkong sebagai salah satu bahan baku bio fuel juga menjadi primadona dan intensif di budidayakan. Apalagi teknik budidaya singkong relative mudah, murah, tahan penyakit dan bisa tumbuh di lahan yang kritis sekalipun….! Serial tulisan ini sharing kecil saya untuk temen-temen TDA berdasarkan pengamatan sehari-hari di daerah Lampung sebagi sentra penghasil singkong terbesar di Indonesia. Semoga bisa memberi inspirasi, memberdayakan lahan-lahan kosong dan menaikkan pendapatan petani kita. Nyoman Petani sederhana ini juga ber profesi sebagai guru SMA, beliau merupakan transmigran dari Bali sejak tahun 60-an. Saat ini mengelola ratusan hektar tanaman singkong dan ber mitra dengan petani-petani lain dalam kelompoknya. Sebagai seorang pemimpin kelompok tani, Pak Nyoman juga men...