Skip to main content

Bunda Nich Baca : Mengalihkan Perhatian Anak dari Games dan Gadget

Berbagai penelitian telah membuktikan hubungan antara permainan sejenis video games dan sikap agresif. Yang jadi pertanyaan adalah berapa lama waktu yang dianggap terlalu banyak dan bagaimana memilih games yang baik.

Anak-anak yang terlalu sering bermain video games cenderung lebih sering berfantasi soal kekerasan.

Sebenarnya sebagian besar orang tua lebih memilih anak-anaknya untuk menghabiskan waktu untuk membaca dari pada memainkan video game yang penuh kekerasan.

Studi lain yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics, menyebutkan hal yang sama: bahwa memang video games memang terkait dengan peningkatan kadar agresivitas anak.

Anak-anak yang dilaporkan memainkan games dari gadget yang membuat kekerasan, cenderung menganggap memukul orang sebagai sesuatu yang bisa diterima. Mereka juga lebih sering berfantasi tentang kekerasan dibanding anak-anak yang tidak memainkan games ini.

Penelitian ini juga menemukan agresivitas anak akibat video games itu juga tak dipengaruhi oleh gender atau usia, juga oleh fakta bahwa sejak awal si anak memang sudah cenderung agresif.

Namun sebuah penelitian ilmiah saja mungkin tak cukup bagi anak untuk merelakan dijauhkan dari mainanannya.

Jadi sebagai orang tua, apa yang bisa kita lakukan untuk memastikan anak tidak terekspos terlalu banyak pada permainan itu? Berikut beberapa petunjuk tentang bagaimana orang tua bisa membuat batasan tentang jumlah, jenis dan bagaimana agar mereka bisa memainkan mainan yang sesuai dengan usia mereka.

1. Anak usia 0-2 tahun.

“Anak pada usia ini harusnya belum diperkenalkan pada televisi. Apalagi video games,” kata Craig Anderson, PhD, director di Center for the Study of Violence di Iowa State University seperti dikutip dari laman everyday health.

Otak anak-anak masih berkembang. Jadi paparan jumlah informasi yang sangat banyak di layar bisa membuat otak anak kesulitan untuk memprosesnya. Anak bisa mengalami masalah perhatian dalam kehidupannya di kemudian hari.

2. Usia 2-6 tahun

Meski anak-anak di usia ini mungkin sudah mengenal layar televisi, Anderson sangat menganjurkan orang tua tidak memperkenalkan gadget atau video games pada anak-anak.

Dia mengatakan masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk melatih daya fokus perhatian pada anak-anak untuk meningkatkan energi otaknya. Misalnya belajar membaca sembari main-main, bermain dengan anak lain, dan bermain di luar rumah.

3. Usia 7 tahun ke atas.

Anderson menyarankan, anak-anak pada usia ini memang diperbolehkan main dengan video games. Namun mereka tak boleh bermain lebih dari 5-10 jam dalam sepekan.

“Segala yang berlangsung lebih dari 10 jam dalam sepekan kita harus mempertanyakan ‘Apa yang anak ini pelajari’?” kata Anderson. Dia yakin anak yang main games lebih dari 10 jam dalam sepekan akan kehilangan waktu untuk aktivitas sehat, seperti bergerak lincah, menjalin pertemanan dan sebagainya.

Kristen Eastman, PsyD, doctor di bidang kesehatan perilaku anak di Cleveland Clinic, mengatakan seringkali menyuruh orang tua untuk menjadikan video games sebagai hadiah, bukan sesuatu yang bisa dimainkan anak sekehendak hati.

Misalnya games diperbolehkan jika mereka sudah menyelesaikan pekerjaan rumah, dan membereskan rumah. “Jadi jangan sampai anak-anak berasumsi mereka bisa bermain kapan saja. Mereka harus dibuat merasa berhasil mencapai sesuatu.”

Orang tua menurut Anderson harus waspada karena rating games tidak lantas menjamin tidak ada kekerasan di dalamnya. “Sembilan puluh persen games memiliki kadar kekerasan yang ‘bahagia’. Tanpa memperlihatkan darah. Tapi tetap ada pembunuhan makhluk. Ini termasuk kekerasan dalam media,” kata Anderson. Untuk mencegahnya, orang tua bisa mengeceknya dulu di situs-situs berbagi video seperti di Youtube.

Baik Easton dan Anderson juga menganjurkan anak-anak tidak bermain games mendekati waktu tidur. Karena games ini cenderung menstimulasi mereka dan membuat mereka lebih sulit tidur. ( cnn indonesia )

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Sukses Benny Irawan Beternak Ayam : PT Sempulur Unggas Raya

Banyak remaja putus sekolah yang lantas merasa cita-citanya tidak akan dapat terwujud. Tidak lagi memiliki semangat juang untuk meraih prestasi dalam hidupnya. Tidak demikian halnya dengan Benny Irawan, pengusaha ternak ayam petelur dan trading pakan ternak ayam kelahiran Kartasura, Jawa Tengah. Situasi politik yang kurang kondusif pada tahun 1966 menyebabkan sekolahnya ditutup dan Benny yang saat itu baru berusia 15 tahun pun kesulitan melanjutkan ke sekolah negeri maupun sekolah lainnya. Tak ingin menganggur, Benny pun membantu orang tuanya berdagang di toko roti “Liem” tak jauh dari Pasar Kartasura. Kala itu, orang tua Benny juga beternak babi. Dari situlah Benny berkenalan dengan supplier pakan ternak ayam dari Thailand, PT Charoen Pokphand Indonesia pada tahun 1970. Mengikuti intuisi bisnisnya, Bapak dua orang putri ini akhirnya memberanikan diri menjadi supplier pakan ternak ayam pada tahun 1973 lalu pada 1985 Benny membulatkan tekadnya untuk menjadi pengusaha pakan ternak ayam....

Magang di Jepang Digaji Rp10 Juta/bulan, Mau?

Kementerian Tenaga Kerja menargetkan bisa menempatkan peserta magang kerja ke Jepang sebanyak 2.000 orang pada tahun ini. Para peserta magang bakal ditempatkan di sekitar 500 perusahaan yang menyediakan 60 jenis pekerjaan. Untuk tahun pertama, peserta magang mendapat gaji magang 80.000 yen (sekitar Rp 8,2 juta) per bulan. Selanjutnya, untuk tahun kedua akan mendapatkan gaji magang 90.000 yen (Rp 9,2 juta), dan tahun ketiga 100.000 yen (Rp 10,2 juta). Setelah lulus program magang akan diberi uang bantuan permodalan. Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri mengatakan, program magang ke Jepang menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah pengangguran. Program magang juga menjadi titik awal untuk membuka lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri. “Pemerintah mendorong program pemagangan sebagai program prioritas untuk mengurangi pengangguran, mempercepat penyerapan tenaga kerja di pasar kerja, dan membuka wirausaha baru,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (4/3/2015) lalu. Ha...

Reaksi Fungsi Propylene Glycol Di Rokok Elektrik

Reaksi Fungsi Propylene Glycol Di Rokok Elektrik - Sebagian perokok memutuskan beralih untuk menggunakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok tembakau. Konon menurut mereka hal ini salah satu upaya menekan efek buruk dari tembakau dan menjadi cara untuk meninggalkannya suatu hari kelak. Tapi, sebenarnya rokok elektrik pun tetap menggunakan komponen nikotin saat digunakan. Sehingga, keburukan rokok tetap ada dalam alat tersebut. Dikutip dari laman Metrotvnews, rokok elektrik telah membanjiri pasaran dengan berbagai merek yang ada. Kemunculannya dari awal tahun 2000-an menjadikannya terus diminati. Dari sisi pemakaian biaya memang lebih terjangkau memakai rokok elektrik. Selain itu, rokok elektrik punya varian rasa seperti kopi, coklat, vanilla, ceri, apel, hingga aroma tembakau. Dalam satu set pembelian rokok elektrik biasanya diberikan baterai, atomizer, tabung isi ulang, dan charger. Tenaganya disokong baterai jenis lithium. Rokok elektrik tetap menghasilkan asap sekalipun sangat ...

Guest House Murah Di Bontang | mbakdesi.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fringilla velit. Vestibulum tempor ex eget cursus luctus. Phasellus ex lacus, ultricies a nibh eget, accumsan hendrerit justo. Phasellus metus libero, maximus a eros sit amet, convallis hendrerit felis.     Quisque aliquam, odio tincidunt hendrerit mattis, libero ipsum placerat dolor, vitae pulvinar tortor nisi vehicula tellus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Curabitur mauris dui, auctor eu sem nec, interdum aliquam nisi. Etiam mattis lectus eget volutpat sodales.   Details : Rumah Type 70 2 lantai Garasi Mobil - Halaman Luas 300 m2 3 Kamar Tidur - 2 Kamar Full AC 3 Kamar Mandi Water Treatment Terbaik Di Kota Bontang Yang Di Kelola Oleh PT KIE Listrik 2200 Watt Jaringan TV Kabel dengan Puluhan Channel FAvorit     Lokasi 3 Menit dari Kawasan industr...

Kisah Sukses Dewi : Mahasiswa Malang Bisnis Kerajinan Pigura

Berwirusahalah dengan gigih, penuh ketekunan, tidak gampang menyerah, dan selalu menyikapi segala keadaan dan kebutuhan dengan kreatif, dan memiliki mimpi sukses. Dewi Tanjung Sari (33) adalah tipe orang yang gigih memperjuangkan cita-citanya sebagai pewirausaha sukses. Ia telah memulai usaha sejak awal kuliah di Program Diploma III, Universitas Brawijaya Malang, kemudian mengembangkan usahanya dengan berbagai kendala dan hambatan, melanjutkan kuliah lagi di jurusan yang sama di IKIP Budi Utomo- Malang, Jawa Timur. Sebagai anak yatim sejak kecil, anak semata wayang ini telah terlatih hidup mandiri sejak masa kanak-kanak. Ibunya yang saat itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga, menguatkan keinginannya agar kelak mampu menjadi anak yang dapat mensejahterakan ibunya. Semua berawal dari keinginannya untuk mencari uang, membantu ibunya yang saat itu mulai membuka warung, dan berjualan kecil-kecilan untuk biaya hidup dan kuliahnya. Sejak masuk kuliah di Program Diploma Univeristas Brawij...

Kisah Sukses Nyoman Berbisnis Singkong

Saat ini, singkong, seperti juga produk agro lainnya; sawit, karet dan tebu, sedang booming dan mendatangkan rejeki berlimpah ke petani dan agen. Naiknya harga minyak membuat produk substitusi di cari banyak kalangan, singkong sebagai salah satu bahan baku bio fuel juga menjadi primadona dan intensif di budidayakan. Apalagi teknik budidaya singkong relative mudah, murah, tahan penyakit dan bisa tumbuh di lahan yang kritis sekalipun….! Serial tulisan ini sharing kecil saya untuk temen-temen TDA berdasarkan pengamatan sehari-hari di daerah Lampung sebagi sentra penghasil singkong terbesar di Indonesia. Semoga bisa memberi inspirasi, memberdayakan lahan-lahan kosong dan menaikkan pendapatan petani kita. Nyoman Petani sederhana ini juga ber profesi sebagai guru SMA, beliau merupakan transmigran dari Bali sejak tahun 60-an. Saat ini mengelola ratusan hektar tanaman singkong dan ber mitra dengan petani-petani lain dalam kelompoknya. Sebagai seorang pemimpin kelompok tani, Pak Nyoman juga men...

Kisah Sukses Andika Rama Lubis Omzet 5 M Dengan Eprodeco

Meraih kesuksesan bisnis bisa lewat banyak cara. Salah satunya aksi nekat seperti yang dilakukan Andika Lubis. Tanpa bekal, ia pergi ke Amerika Serikat. Kini perusahaan yang dia bangun sukses besar mencatat omzet hingga Rp 400 juta per bulan. Banyak pengusaha yang sukses meski tanpa modal besar. Salah satunya adalah Andika Rama Lubis. Pria lulusan Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung ini lebih banyak memulai bisnisnya dengan modal nekat. Toh, kenekatan itu menggiringnya menjadi pengusaha muda ber-omzet Rp 5 miliar per tahun. Saat ini, lewat bendera Eprodeco, Andika berhasil menjadi dekorator tepercaya sejumlah pengelola mal besar di Jakarta. Kliennya mulai dari Plaza Indonesia, sampai perusahaan besar macam Panasonic dan XL Axiata. Satu proyek dekorasi bisa bernilai hingga Rp 300 juta. Tak hanya dekorasi, lewat induk usaha PT Andrafa Abiatama, Andika juga menyediakan one stop shopping desain kreatif, printing, merchandise, dekorasi, dan event organizer. Sejak pertama kali did...

Pohon Ulin Terbesar di Dunia Ada di Taman Nasional Kutai

Deru suara kendaraan yang melewati jalan Bontang-Sangatta , Kalimantan Timur, lenyap perlahan seiring langkah kaki kami yang meniti jembatan papan kayu yang membelah Taman Nasional Kutai . Pintu masuk Kawasan wisata Sangkima ini memang tepat di jalan raya provinsi yang rindang dengan pepohonan. Empat jam perjalanan dari Balikpapan yang dibumbui drama tanah longsor sempat membuat kami was-was. Namun, akhirnya kami sampai di salah satu hutan hujan tropis borneo yang masih sangat terjaga ini. Memasuki lekuk luar Taman Nasional yang eksotis, para sahabat petualang  bersiap-siap untuk mencari pohon ulin yang konon adalah terbesar di dunia! Kami disambut Jailani, salah satu staff Taman Nasional Kutai. “Lokasi pohon Ulin raksasa sekitar 800 meter. Tapi kalau mau, ada jalur trekking lengkap sekitar 4 kilometer, sekitar 1-2 jam saja,” ujar Jailani. Karena sebagian besar tim terios 7 wonders agak ‘trauma’ trekking di Taman Nasional Sebangau beberapa hari sebelumnya, maka diputu...

Kisah Sukses Sumarsono Bubur Kertas

Krisis ekonomi tahun 1997 meninggalkan pengalaman pahit bagi Sumarsono. Pemilik usaha pembuatan panel atau ornamen dinding berbahan kertas penghias ruangan berbendera Laxvin Art ini menjadi salah satu korban krisis ekonomi itu. Ia menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di salah satu perusahaan periklanan di Jakarta. Lebih dua tahun Sumarsono bertahan hidup berbekal uang pesangon. Pada tahun 2000, ia memutuskan bekerja serabutan dengan cara menjual benda-benda seni seperti patung dan lukisan. Keahlian dalam bidang seni ia peroleh dari keluarganya yang kebanyakan seniman. “Kebetulan saya besar dari keluarga seniman pematung,” ujar pria kelahiran Banyumas tahun 1970 silam itu. Sembari memperjualbelikan benda seni itulah, Sumarsono bereksperimen mengolah koran bekas menjadi bubur kertas. “Saya yakin, koran bekas itu bisa diolah menjadi kerajinan yang bernilai tinggi,” kata Sumarsono. Namun, upaya Sumarsono pertama kali membuat bubur kertas dari koran bekas itu berujung sia-sia lanta...

Kisah Sukses Diah Meidianti Berbisnis Sayur Organik

Diah Meidianti, Sang Produsen Sayuran Organik Pakaian seragam harian baru saja ditanggalkan Diah Meidianti. Setelah berganti kostum: kaos dan celana hitam, perempuan yang sehari-hari dipanggil Mei melesat ke Taman Galaksi, di pinggiran timur Jakarta. Di kompleks perumahan itu ia mengangkut beragam sayuran. Sayuran Diah Meidianti memang mengelola sebuah kebun kecil, seluas 3.500 meter persegi saja, untuk menanam sayuran semusim. Lokasi lahan terjepit oleh tembok-tembok perumahan di pemukiman elite Taman Galaksi. Lahan itu asalnya sebidang tanah kosong yang belum dibangun oleh pengembang perumahan setempat. Mei, alumnus Institut Pertanian Bogor, menyewa tanah kosong tersebut dengan harga Rp 1,5 juta per tahun sejak 2006. Di sanalah ia secara tekun membudidayakan 10 jenis sayuran secara bergilir sesuai musimnya. Ketika dikunjungi, Mei tengah menanam kangkung, selada, bayam merah, kacang panjang, dan terung. “Saya sengaja memilih sayuran berumur pendek, agar cepat panen,” kata Mei yang per...