Skip to main content

5 Daftar Aplikasi Android Yang Musti Kamu Hapus-Uninstall Sekarang Juga ( Penyebab Boros Baterai )

5 Daftar Aplikasi Android Yang Musti Kamu Hapus-Uninstall Sekarang Juga

Beragam aplikasi smartphone tersedia untuk menambah kecerdasan ponsel. Namun, perlu diingat bahwa smartphone punya keterbatasan pada kapasitas penyimpanan dan ketahanan baterai.

Selain itu, aplikasi yang terlalu banyak juga bisa memengaruhi performa ponsel. Untuk itu, seyogianya, pengguna lebih teliti dalam memilih aplikasi mana saja yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Jika smartphone sudah telanjur lelet, ada baiknya menghapus beberapa aplikasi yang memakan memori dan baterai paling banyak.

Seperti dihimpun KompasTekno, Sabtu (25/7/2015), dari Androidpit, berikut ini beberapa aplikasi Android yang sebaiknya dilengserkan dari smartphone.

1. Facebook
Facebook

Sebagian besar pengguna smartphone memiliki aplikasi jejaring sosial ini karena langsung tersedia di ponsel baru. Facebook memungkinkan pengguna terhubung dengan orang-orang kapan pun dan di mana pun. Popularitasnya pun sudah lama terjaga.

Namun, ada harga yang harus dibayar untuk menggunakan aplikasi ini. Tak hanya boros kapasitas penyimpanan karena fitur dan notifikasinya, Facebook untuk Android juga boros baterai.

Untuk tetap bermain Facebook di ponsel, pengguna cukup menyediakan shortcut untuk membuka situs Facebook pada browser. Ini akan jauh menghemat kapasitas dan baterai dibandingkan mengakses dari aplikasi.

2. Aplikasi cuaca

Aplikasi cuaca
Aplikasi cuaca penting untuk mengetahui apakah pengguna harus membawa payung karena sebentar lagi akan hujan, atau sebaiknya menggunakan kaus tipis karena matahari sedang terik-teriknya.

Namun, pembaruan secara berkala dari aplikasi tersebut akan memakan banyak daya, apalagi jika pengguna mematrikan widget aplikasi di homescreen.

Sebagai alternatif, sebaiknya gunakan fitur Google Now untuk menanyakan informasi cuaca

3. Anti-virus gratis
Anti-virus gratis

Ancaman virus pada smartphone memang bikin was-was. Namun, aplikasi antivirus dan pelindung keamanan Android lebih menyebalkan karena akan sangat boros daya baterai.

Dibandingkan mengunduh aplikasi antivirus, sebaiknya gunakan saja smartphone secara bijak, baik dalam mengunduh aplikasi, maupun mengunduh konten-konten lainnya. Unduhlah hanya aplikasi resmi dari toko aplikasi Google Play Store.

Lagi pula, Android mengklaim sistem operasinya telah terlindung dari berbagai serangan dan mengakomodasi sistem enkripsi. Google juga disebut semakin tanggap dalam mengidentifikasi dan menghapus aplikasi berbahaya dari Google Play Store.

4. Aplikasi pembersih dan peningkat kinerja
Aplikasi pembersih dan peningkat kinerja

Aplikasi bersih-bersih sampah di Android, salah satunya Clean Master, menjanjikan pembersihan aplikasi untuk meningkatkan performa ponsel. Sebab, aplikasi-aplikasi yang telah dihapus terkadang menyisakan beberapa data tersembunyi (cached data) yang juga memakan kapasitas memori.

Clean Master, Cleaner, CC Cleaner, Speed Booster, dan aplikasi sejenisnya selain masih menyisakan "sampah", juga akan cepat menghabiskan daya baterai. Selain itu, iklan in-app di dalamnya juga bisa memotong kuota internet.

Sebaiknya, aplikasi semacam ini dilengserkan dari ponsel. Pengguna bisa mengambil jalan alternatif dengan beranjak ke "settings" - "apps" - "downloaded" lalu tekan salah satu aplikasi, kemudian pilih "clear cache".

5. Aplikasi browser bawaan Android

 Aplikasi browser bawaan Android
Ada banyak pilihan aplikasi browser untuk Android ketimbang harus menggunakan browser bawaan. Salah satunya Chrome untuk Android atau Opera Mini.

Aplikasi ini secara utama memiliki fitur untuk mereduksi penggunaan data internet pengguna, yakni dengan menyusutkan situs yang dikunjungi. Fitur tersebut bisa menghemat penggunaan data hingga 34 persen.(*)

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Sukses Benny Irawan Beternak Ayam : PT Sempulur Unggas Raya

Banyak remaja putus sekolah yang lantas merasa cita-citanya tidak akan dapat terwujud. Tidak lagi memiliki semangat juang untuk meraih prestasi dalam hidupnya. Tidak demikian halnya dengan Benny Irawan, pengusaha ternak ayam petelur dan trading pakan ternak ayam kelahiran Kartasura, Jawa Tengah. Situasi politik yang kurang kondusif pada tahun 1966 menyebabkan sekolahnya ditutup dan Benny yang saat itu baru berusia 15 tahun pun kesulitan melanjutkan ke sekolah negeri maupun sekolah lainnya. Tak ingin menganggur, Benny pun membantu orang tuanya berdagang di toko roti “Liem” tak jauh dari Pasar Kartasura. Kala itu, orang tua Benny juga beternak babi. Dari situlah Benny berkenalan dengan supplier pakan ternak ayam dari Thailand, PT Charoen Pokphand Indonesia pada tahun 1970. Mengikuti intuisi bisnisnya, Bapak dua orang putri ini akhirnya memberanikan diri menjadi supplier pakan ternak ayam pada tahun 1973 lalu pada 1985 Benny membulatkan tekadnya untuk menjadi pengusaha pakan ternak ayam....

Magang di Jepang Digaji Rp10 Juta/bulan, Mau?

Kementerian Tenaga Kerja menargetkan bisa menempatkan peserta magang kerja ke Jepang sebanyak 2.000 orang pada tahun ini. Para peserta magang bakal ditempatkan di sekitar 500 perusahaan yang menyediakan 60 jenis pekerjaan. Untuk tahun pertama, peserta magang mendapat gaji magang 80.000 yen (sekitar Rp 8,2 juta) per bulan. Selanjutnya, untuk tahun kedua akan mendapatkan gaji magang 90.000 yen (Rp 9,2 juta), dan tahun ketiga 100.000 yen (Rp 10,2 juta). Setelah lulus program magang akan diberi uang bantuan permodalan. Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri mengatakan, program magang ke Jepang menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah pengangguran. Program magang juga menjadi titik awal untuk membuka lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri. “Pemerintah mendorong program pemagangan sebagai program prioritas untuk mengurangi pengangguran, mempercepat penyerapan tenaga kerja di pasar kerja, dan membuka wirausaha baru,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (4/3/2015) lalu. Ha...

Reaksi Fungsi Propylene Glycol Di Rokok Elektrik

Reaksi Fungsi Propylene Glycol Di Rokok Elektrik - Sebagian perokok memutuskan beralih untuk menggunakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok tembakau. Konon menurut mereka hal ini salah satu upaya menekan efek buruk dari tembakau dan menjadi cara untuk meninggalkannya suatu hari kelak. Tapi, sebenarnya rokok elektrik pun tetap menggunakan komponen nikotin saat digunakan. Sehingga, keburukan rokok tetap ada dalam alat tersebut. Dikutip dari laman Metrotvnews, rokok elektrik telah membanjiri pasaran dengan berbagai merek yang ada. Kemunculannya dari awal tahun 2000-an menjadikannya terus diminati. Dari sisi pemakaian biaya memang lebih terjangkau memakai rokok elektrik. Selain itu, rokok elektrik punya varian rasa seperti kopi, coklat, vanilla, ceri, apel, hingga aroma tembakau. Dalam satu set pembelian rokok elektrik biasanya diberikan baterai, atomizer, tabung isi ulang, dan charger. Tenaganya disokong baterai jenis lithium. Rokok elektrik tetap menghasilkan asap sekalipun sangat ...

Guest House Murah Di Bontang | mbakdesi.com

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fringilla velit. Vestibulum tempor ex eget cursus luctus. Phasellus ex lacus, ultricies a nibh eget, accumsan hendrerit justo. Phasellus metus libero, maximus a eros sit amet, convallis hendrerit felis.     Quisque aliquam, odio tincidunt hendrerit mattis, libero ipsum placerat dolor, vitae pulvinar tortor nisi vehicula tellus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Curabitur mauris dui, auctor eu sem nec, interdum aliquam nisi. Etiam mattis lectus eget volutpat sodales.   Details : Rumah Type 70 2 lantai Garasi Mobil - Halaman Luas 300 m2 3 Kamar Tidur - 2 Kamar Full AC 3 Kamar Mandi Water Treatment Terbaik Di Kota Bontang Yang Di Kelola Oleh PT KIE Listrik 2200 Watt Jaringan TV Kabel dengan Puluhan Channel FAvorit     Lokasi 3 Menit dari Kawasan industr...

Kisah Sukses Dewi : Mahasiswa Malang Bisnis Kerajinan Pigura

Berwirusahalah dengan gigih, penuh ketekunan, tidak gampang menyerah, dan selalu menyikapi segala keadaan dan kebutuhan dengan kreatif, dan memiliki mimpi sukses. Dewi Tanjung Sari (33) adalah tipe orang yang gigih memperjuangkan cita-citanya sebagai pewirausaha sukses. Ia telah memulai usaha sejak awal kuliah di Program Diploma III, Universitas Brawijaya Malang, kemudian mengembangkan usahanya dengan berbagai kendala dan hambatan, melanjutkan kuliah lagi di jurusan yang sama di IKIP Budi Utomo- Malang, Jawa Timur. Sebagai anak yatim sejak kecil, anak semata wayang ini telah terlatih hidup mandiri sejak masa kanak-kanak. Ibunya yang saat itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga, menguatkan keinginannya agar kelak mampu menjadi anak yang dapat mensejahterakan ibunya. Semua berawal dari keinginannya untuk mencari uang, membantu ibunya yang saat itu mulai membuka warung, dan berjualan kecil-kecilan untuk biaya hidup dan kuliahnya. Sejak masuk kuliah di Program Diploma Univeristas Brawij...

Kisah Sukses Nyoman Berbisnis Singkong

Saat ini, singkong, seperti juga produk agro lainnya; sawit, karet dan tebu, sedang booming dan mendatangkan rejeki berlimpah ke petani dan agen. Naiknya harga minyak membuat produk substitusi di cari banyak kalangan, singkong sebagai salah satu bahan baku bio fuel juga menjadi primadona dan intensif di budidayakan. Apalagi teknik budidaya singkong relative mudah, murah, tahan penyakit dan bisa tumbuh di lahan yang kritis sekalipun….! Serial tulisan ini sharing kecil saya untuk temen-temen TDA berdasarkan pengamatan sehari-hari di daerah Lampung sebagi sentra penghasil singkong terbesar di Indonesia. Semoga bisa memberi inspirasi, memberdayakan lahan-lahan kosong dan menaikkan pendapatan petani kita. Nyoman Petani sederhana ini juga ber profesi sebagai guru SMA, beliau merupakan transmigran dari Bali sejak tahun 60-an. Saat ini mengelola ratusan hektar tanaman singkong dan ber mitra dengan petani-petani lain dalam kelompoknya. Sebagai seorang pemimpin kelompok tani, Pak Nyoman juga men...

Kisah Sukses Andika Rama Lubis Omzet 5 M Dengan Eprodeco

Meraih kesuksesan bisnis bisa lewat banyak cara. Salah satunya aksi nekat seperti yang dilakukan Andika Lubis. Tanpa bekal, ia pergi ke Amerika Serikat. Kini perusahaan yang dia bangun sukses besar mencatat omzet hingga Rp 400 juta per bulan. Banyak pengusaha yang sukses meski tanpa modal besar. Salah satunya adalah Andika Rama Lubis. Pria lulusan Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung ini lebih banyak memulai bisnisnya dengan modal nekat. Toh, kenekatan itu menggiringnya menjadi pengusaha muda ber-omzet Rp 5 miliar per tahun. Saat ini, lewat bendera Eprodeco, Andika berhasil menjadi dekorator tepercaya sejumlah pengelola mal besar di Jakarta. Kliennya mulai dari Plaza Indonesia, sampai perusahaan besar macam Panasonic dan XL Axiata. Satu proyek dekorasi bisa bernilai hingga Rp 300 juta. Tak hanya dekorasi, lewat induk usaha PT Andrafa Abiatama, Andika juga menyediakan one stop shopping desain kreatif, printing, merchandise, dekorasi, dan event organizer. Sejak pertama kali did...

Pohon Ulin Terbesar di Dunia Ada di Taman Nasional Kutai

Deru suara kendaraan yang melewati jalan Bontang-Sangatta , Kalimantan Timur, lenyap perlahan seiring langkah kaki kami yang meniti jembatan papan kayu yang membelah Taman Nasional Kutai . Pintu masuk Kawasan wisata Sangkima ini memang tepat di jalan raya provinsi yang rindang dengan pepohonan. Empat jam perjalanan dari Balikpapan yang dibumbui drama tanah longsor sempat membuat kami was-was. Namun, akhirnya kami sampai di salah satu hutan hujan tropis borneo yang masih sangat terjaga ini. Memasuki lekuk luar Taman Nasional yang eksotis, para sahabat petualang  bersiap-siap untuk mencari pohon ulin yang konon adalah terbesar di dunia! Kami disambut Jailani, salah satu staff Taman Nasional Kutai. “Lokasi pohon Ulin raksasa sekitar 800 meter. Tapi kalau mau, ada jalur trekking lengkap sekitar 4 kilometer, sekitar 1-2 jam saja,” ujar Jailani. Karena sebagian besar tim terios 7 wonders agak ‘trauma’ trekking di Taman Nasional Sebangau beberapa hari sebelumnya, maka diputu...

Kisah Sukses Sumarsono Bubur Kertas

Krisis ekonomi tahun 1997 meninggalkan pengalaman pahit bagi Sumarsono. Pemilik usaha pembuatan panel atau ornamen dinding berbahan kertas penghias ruangan berbendera Laxvin Art ini menjadi salah satu korban krisis ekonomi itu. Ia menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di salah satu perusahaan periklanan di Jakarta. Lebih dua tahun Sumarsono bertahan hidup berbekal uang pesangon. Pada tahun 2000, ia memutuskan bekerja serabutan dengan cara menjual benda-benda seni seperti patung dan lukisan. Keahlian dalam bidang seni ia peroleh dari keluarganya yang kebanyakan seniman. “Kebetulan saya besar dari keluarga seniman pematung,” ujar pria kelahiran Banyumas tahun 1970 silam itu. Sembari memperjualbelikan benda seni itulah, Sumarsono bereksperimen mengolah koran bekas menjadi bubur kertas. “Saya yakin, koran bekas itu bisa diolah menjadi kerajinan yang bernilai tinggi,” kata Sumarsono. Namun, upaya Sumarsono pertama kali membuat bubur kertas dari koran bekas itu berujung sia-sia lanta...

Kisah Sukses Diah Meidianti Berbisnis Sayur Organik

Diah Meidianti, Sang Produsen Sayuran Organik Pakaian seragam harian baru saja ditanggalkan Diah Meidianti. Setelah berganti kostum: kaos dan celana hitam, perempuan yang sehari-hari dipanggil Mei melesat ke Taman Galaksi, di pinggiran timur Jakarta. Di kompleks perumahan itu ia mengangkut beragam sayuran. Sayuran Diah Meidianti memang mengelola sebuah kebun kecil, seluas 3.500 meter persegi saja, untuk menanam sayuran semusim. Lokasi lahan terjepit oleh tembok-tembok perumahan di pemukiman elite Taman Galaksi. Lahan itu asalnya sebidang tanah kosong yang belum dibangun oleh pengembang perumahan setempat. Mei, alumnus Institut Pertanian Bogor, menyewa tanah kosong tersebut dengan harga Rp 1,5 juta per tahun sejak 2006. Di sanalah ia secara tekun membudidayakan 10 jenis sayuran secara bergilir sesuai musimnya. Ketika dikunjungi, Mei tengah menanam kangkung, selada, bayam merah, kacang panjang, dan terung. “Saya sengaja memilih sayuran berumur pendek, agar cepat panen,” kata Mei yang per...